Dari titisan airmata kita belajar MENGERTI Dari rasa khuatir kita belajar PERCAYA Dari rasa kehilangan kita belajar MENGHARGAI Dari rasa bersalah kita belajar MEMAAFKAN Dari sebuah harapan kita belajar BERJUANG Dari sebuah perjuangan kita belajar BERKORBAN Dari sebuah pengorbanan kita belajar KETULUSAN
Thursday, 9 January 2014
Ku Tenggelam Dalam Senja
Mambang merah
Di langit terbelah
Saat mentari redup
Bayu tidak lagi berpuput
Siang pun mula duhirup .
Senja kini terbentang
Dan aku mula tenggelam
Lemas dalam bayangan
Hanyut dibadai gelombang
Tatkala malam mendatang.
Senja itu
Terlalu cepat berlalu
Hingga aku tidak bisa menikmati
Indahnya lukisan alam
Serinya lakaran semesta
Dunia ciptaan Tuhan.
Wednesday, 8 January 2014
Anak Bangsa
Anak bangsaku
Kini kian punah
Dilambung arus dunia
Tanpa surut gelora
Redanya tiada penghujung.
Anak bangsaku
Mindanya sudah dijajah
Jiwa tiada arah
Kerna sering alpa
Longlai meledak sukma
Oh bangsaku
Sedarlah
Buka kelopakmu seluasnya
Lihat bangsa lain
Sudah jauh melangkah
Tinggalkanmu di takuk sudah
Bangsaku
Ubati dirimu
Yang kian bernanah
Calitkan secebit penawar
Moga Jiwa dan mindamu mekar
Mnjadi bangsa yg dekar.
Tuesday, 7 January 2014
Rembulan Dini Hari
Dingin tubuh ini
Saat rembulan mula rebah
Nun dilangit barat
Bintang pun mulai pudar
Rimba kaku bergetar.
Manusia masih lena
Dibuai mimpi indah
Ada segelintir cuma
Tekun mengerja ibadah
Menadah pada yang Esa.
Rembulan dini hari
Terasa sunyi sekali
Embun mula menangis
Lembut sayu menitis
Membasahi bibir dunia
Seketika cuma
Fajar akan menyingsing
Dan terbitlah siang
Meninggalkan rembulan malam
Cahayanya kian suram
Rembulan dini hari
Esok mungkin ada lagi
Andai langit dan bumi ini
Masih berdiri
Atas kehendak Ilahi.
Moga esok hari
Aku masih bisa
Menikmari rembulan ini
Dengan cahaya lenanya
Memukau segenap naluri.
Saat rembulan mula rebah
Nun dilangit barat
Bintang pun mulai pudar
Rimba kaku bergetar.
Manusia masih lena
Dibuai mimpi indah
Ada segelintir cuma
Tekun mengerja ibadah
Menadah pada yang Esa.
Rembulan dini hari
Terasa sunyi sekali
Embun mula menangis
Lembut sayu menitis
Membasahi bibir dunia
Seketika cuma
Fajar akan menyingsing
Dan terbitlah siang
Meninggalkan rembulan malam
Cahayanya kian suram
Rembulan dini hari
Esok mungkin ada lagi
Andai langit dan bumi ini
Masih berdiri
Atas kehendak Ilahi.
Moga esok hari
Aku masih bisa
Menikmari rembulan ini
Dengan cahaya lenanya
Memukau segenap naluri.
Monday, 6 January 2014
Pusara Cinta
Bicara madu
Dari alis bibirmu
Tatkala aku dibuai rindu
Dan sendu pun berlalu
Dengan hilai tawa merdu
Ohh manisnya tika itu..
Namun...benar kata orang
Langit tak sentiasa cerah
Laut bukan sentiasa tenang
Bunga pun tetap layu jua
Hati tidak selamanya setia.
Malam sunyi tanpa bulan
Bulan merajuk tanpa bintang
Bintang merindui kias kejora
Kejora menanti mentari tiba
Mentari tenggelam dalam gerhana.
Begitulah jua hatiku
Yang dilanda lara
Bagai dihiris sembilu
Pedih hati nan luka
Kerana cinta manusia
Walaupun hubungan ini terbina kian lama
Hanya memerlukan satu detik
Untuk merobohkan semuanya
Tinggal cuma sisa-sisa
Dari tapak sejarah cinta
Saat kita bersama
Kenangan kita
Akan kuabadikan sejahtera
Moga suatu masa nanti
Kau akan tiba
Dan terlihat
PUSARA CINTA kita berdua .
~epy~
Dari alis bibirmu
Tatkala aku dibuai rindu
Dan sendu pun berlalu
Dengan hilai tawa merdu
Ohh manisnya tika itu..
Namun...benar kata orang
Langit tak sentiasa cerah
Laut bukan sentiasa tenang
Bunga pun tetap layu jua
Hati tidak selamanya setia.
Malam sunyi tanpa bulan
Bulan merajuk tanpa bintang
Bintang merindui kias kejora
Kejora menanti mentari tiba
Mentari tenggelam dalam gerhana.
Begitulah jua hatiku
Yang dilanda lara
Bagai dihiris sembilu
Pedih hati nan luka
Kerana cinta manusia
Walaupun hubungan ini terbina kian lama
Hanya memerlukan satu detik
Untuk merobohkan semuanya
Tinggal cuma sisa-sisa
Dari tapak sejarah cinta
Saat kita bersama
Kenangan kita
Akan kuabadikan sejahtera
Moga suatu masa nanti
Kau akan tiba
Dan terlihat
PUSARA CINTA kita berdua .
~epy~
Subscribe to:
Comments (Atom)
