Thursday, 9 August 2012

Teman Bicara

Wahai teman,
Berikanlah aku secebis ruang,
Untuk menyatakan hasrat yang lama bersarang,
Meluahkan rasa yang lama terpendam,
Jangan biarkan hingga usang,
Usah abaikan sehingga gersang.


Di sudut hati ini tersimpan satu rasa,
Haya yang mengerti cuma aku dan Ia,

Seraut wajah mencermin seribu madah,
Sebuah kisah meniti hari-hari pasrah,
Entah bila dan dimana titik noktah bakal menjelma,
Entah kerana apa dan mengapa cerita kita hanya seketika,

Duhai teman,
Dengarkanlah coretan laraku ini,
Catitan ceritera antara kita bersama,
Impian diharap tinggi menggunung,
Kini runtuh ranap menimpa cerun,
Cuma yang tinggal hanya hikayat didinding lamun.


Kini temenung aku dibalik tirai,
Ditemani jasad yang lemah longlai,
Mungkin menunggu masa rebah,
Tersungkur diri menyembah tanah,
Berakhirlah riwayat pelaku kisah.


Moga dengan doa kalian bisa buat aku tenang,
Moga berkat maafmu bisa buat aku lapang,
Moga aku peroleh rahmat dan ampunMu Tuhan
,

Andai suatu nanti kita bersua semula,
Kuharap kita bisa berbicara walau seketika cuma
...

>..<" epy~


No comments:

Post a Comment