Thursday, 19 December 2013

manTERA !

Sebagai coretan buat ingatan
Ceritera tentang seorang teman
Kenalnya cuma di alam maya
Jarang sekali bersua muka
Namun ikatan terjalin mesra.

Man Qudut empunya julukan
Ikal rambut senyumnya menawan
Rapinya bicara bersulam santun
Alis bibir menguntum senyum
Lirikan mata mengerling anggun.

Hebat melontar kalimat
Di atas kalam tiada berdakwat
Kata menghembur puitis
Merobek jiwa romatis
Sebak andai terguris







Sunday, 8 December 2013

Selaut Kenangan di SMK Seri Pagi


Seindah namamu
Bergelar gedung ilmu
Memacu hala tuju
Pemangkin tekad pelajar
Menggapai minda dekar

Serinya lamanmu
Benderang fajar menyingsing
Seteguh tekad ku
Untuk terus membimbing
Insan yang tampak lengging.

SMK Seri Pagi
Terima kasih kuucapkan
Di atas baktimu
Mencurah secebis pengetahuan
Padaku yang serba kekurangan
Sebagai bekalan mendatang

Pada guru- guru sekalian
Tiada ungkapan bisa diungkap
Kerna pegorbananmu itu
tidak mampu kusingkap
Tidak mampu dihitung
Tidak mampu dibilang
Tidak mampu kurungkai

Sungguh besar jasamu guru
Sebesar dunia barangkali
Seluas lautan melintang
Selebar daratan terbentang
Setinggi gunung menjulang
Mustahil untuk dibilang.

Terima Kasih Seri Pagi
Semoga kita berjumpa lagi













Thursday, 5 December 2013

Diseret Arus Disember

Berarak mendung kelam di ufuk barat
Guruh berdentum petir menyilau
Angkasa menyabung di dalam gelap
Langit menangis bumi terpukau
Digelangi arus hebat lakunya.

Disember 2013
Lumpuhnya Pantai Timur
Kuantan dan Kemaman hanyut tenggelam
Di dalam deras arus
Di bawah Kumulonimbus


Monday, 2 December 2013

GELANGGANG BERTUAH KAMI



Sudah lama tanah ini di sini
menjadi pusaka di bumi UPSI
Menyambut ketibaan pendekar
Dengan dekar dan petah telak
Teranjak bersahut dakar.

Tanah ini tempat bersemadi
Serata pelajar turun berkelahi
Kelahi bukan sebarang kelahi
Kelahinya dengan adat
Kelahinya ada kiblat
Kelahinya bertempat
Tidak mengira pangkat darjat.

Tanah ini punya timangan
Gelanggang Tok Jenai diberi julukan
Pepohonan menjadi saksi pertabalan
Rerumput sabagai bukti keraian
Dicelahan megah bangunan usang.

Ayuh mari sekalian sahabat
Sesama kita beradu pencak
Biar tanahnya lecak dek peluh
Jangan tanahnya gersang lumpuh
Kerna ilmu itu lekatnya di lumpur
Temurun sejak leluhur.


Inilah gelanggang kami
Bertandanglah andai sudi
Menjalin ukhwah sesama sendiri
Yang jauh dirapatkan
Yang rapat dieratkan
Bukan nafsi jadi amalan
Jangan berpatah arang berkerat rotan.

Melayu itu kaya adat
Adat bersendi syarak
Syarak bersendi Kitabullah
Adat dikelek
Syarak dijunjung
Syarak mengata
Adat memakai.

Melayu itu hebatnya silat
Silat menjalin muafakat.
Gemuk berpupuk
Segar bersiram
Dianjak layu dicabut mati.





Friday, 1 November 2013

NAUNGI DAKU DENGAN TEDUHANMU

Pada usia mencecah suku abad ini
Aku mula mendongak sisa hidup
Aku mula menghitung masa lalu
Dosa  yang pernah terpalit
Nista yang sudah tercalit.
                      
Gelumang hidupku dengan tingkah laku buntu
Fikiranku dengan akal tak tertumpu
Noda yang terbina tidak terkafarah layaknya
Setinggi langit seluas bumi
Tanpa pegangan, tanpa pedoman ,hanyalah khayalan.

Masih terbukakah pintu taubat untukku ?
Masih mampukah aku sujud malu didepanMu ?
Ada lagikah ruang syurga bagiku ?
Cocokkah aku dengan bidadariMu ?
Tersugul aku dihujung malam berteman rindu

Rindu akan Tuhanku
Rindu akan Nabiku
Rindu akan kiblatku
Rindu akan imamku

Rindu akan kasih sayang dariMu.

Thursday, 10 October 2013

Lamunan Dunia

Ingin ku robek mata dunia
Biar ia jaga dek lena
Sedar dek mimpi
Kerna jauh sudah berilusi
Lupa pada maya 
Dunia buta segelapnya

Ingin kurobek telinga dunia
Biar ia dengar keluhan ini
Keluhan para marhaen
Yang hidup menunggu mati
Kian pekak deriamu tuli

Ingin kurobek dada dunia
Biar ia rasa pedih ini
Mengarap setitik simpati
Dari jiwamu yang mulia serba
Moga bertunas belas di hati

Wahai dunia 
Kami terseksa 
Tiap pancaindera terluka
Dek lenamu itu
Yang leka dilamun mimpi.

~epy~

Thursday, 5 September 2013

Bilakah waktunya

Maaf andai hubungan ini tidak kekal lama,
Mungkin antara kita sudah tak sehaluan,
Mungkin kita ingin lepas dari kokongan,
Yang lama mengikat hubungan silam,
Biarlah ia lerai di pertengahan.

Maaf andai aku menyakitkan,
Mungkin setiap yang berlaku pedih bagimu,
Mungkin yang terjadi buatmu menangis,
Namun percayalah ada hikmah sebaliknya,
Yang bisa buatmu lebih bahagia.

Biarkan diri ini sendiri,
Diri ini perlu dibaiki,
Khilaf yang sudah menebal di hati,
Membibitkan bait-bait benci,
Dan aku tak bisa kau maafi.

Bilakah waktunya
Aku masih belum pasti
Masih belum kuterima jawabnya
Namun kutetap terus menanti
Walau hingga seribu tahun lagi.


Saturday, 27 July 2013

Pengemis Jalanan

Setiap penjuru 
Berbekal tisu 
Mereka duduk bisu 
Pegang erat wadah 
Simpati yang ditadah.. 

Kelihatan semua sama 
Adakah ini sindiket 
Menjana duit poket 
Sesetengah manusia takbur 
Merobek sifat lokek. 

Kulihat semua tak berdaya 
Ya, OKU rata-ranya 
Ada yang tidak bisa celik 
Ada yang tidak bisa pekik 
Jalannya kelihatan capik. 


Termenung sejenak aku 

Rela kah mereka 
Atau cuma terpaksa 
Mengikut telunjuk kata 
Manusia yang durjana 
Menjadikan pengemis hamba. 



~epy!

Friday, 26 July 2013

Kita Adalah Kenangan

Pejamkan matamu
Terdetikkah lagi saat itu
Saat aku sentiasa di sisimu
Saat hati kita sama merindu
Saat jiwa kita menjadi satu.

Pejamkan matamu
Masihkah lagi terngiang
Bisik kasihku padamu
Nyanyian lagu cintaku
Siulan hatiku dan hatimu
Irama mendendang sayang.

Buka matamu
Usah pejam lagi
Kerna pejam itu adalah semalam
Semalam yang tinggal kenangan
Kenangan antara kita
Yang terjunam dari titian masa.


(epy- Paroi, NS)

Thursday, 6 June 2013

Gedung Filusufi


Di tengah gedung ilmu
Aku tercenung kaku
Dikerumun selaut falsafah
Gah menongkah hujah
Pancaran pemikiran terang
Minda filusufi heban.

Aku pendengar setia

Merenung jauh ke wajah
Tampak kilauan cahaya
Ketajaman idea jelas
Delusi meluncur deras.

Kebir lidah menghambur kata
Kata para ilmuan
kata penuh makna
Tidak ilusif semata.

Wednesday, 29 May 2013

Indahnya Dunia

Saat suria menyingsing pagi
Hembusan bayu sedingin salji
Kilas cahaya di ufuk barat
Di kaki langit terang memikat
Fajar sedang mengintai dunia

Unggas berkicau dendangan riang
Desiran fauna mengulit sayang
Dedaun gugur dipukul angin

Luruh menyentap semilir dingin

Dunia menyingkap tirai pesona.


Bumi terbentang hijau benderang
Awan bergulung dilangit terang
Pantai memutih pepasir berbuih
Sungai mengalir derus ke hilir
Irama dunia asyik terpamir.

Senja melabuh di langit jingga
Mentari pulang bulan pun datang
Ribuan cahaya menghias angkasa
Malam yang terang berteman kejora
Dunia tersergam dengan gayanya.



epy~

Monday, 8 April 2013

Titik Noktah

Sudah sekian lama
Nota hidup ini tercatit
Kisah antara kita
Sejak dari mula bersua
Hingga satu noda terpalit.

Cerita yang dulunya indah
Sama tawa dan tangis
Senyuman sinis dan riak bengis
Sudah menjadi lumrah
Hidup penuh pahit manis.

Tidak pernah ada cerita tanpa noktah
Kerna yang ada pasti akan 'SUDAH'
Mungkin cerita kita juga begitu
Andai sudah tiba waktu
Kita tutup kisah lalu.

Ini adalah pinta darimu
Kerna kau inginkan hidup baru
Maaf kerna sering menggangu
Niat sekadar rakan bertamu
Tiada lagi aku dalam dirimu.

Aku tahu
Kau inginkan bahagia
Namun bukan denganku
Insan yang tak punya apa
Tiada dalam resepi jiwamu.

Aku tinggalkan noktah di sini
Abadikan bersama cerita kita.





Monday, 21 January 2013

Tiada Lagi Dikau


Kau yang kuharapkan
Pernah suatu ketika menjadi sandaran
Memacu hidupku ke jalan kejayaan
Bersama cita kita yang sama tujuan
Sama tumpuan sama harapan.

Kau yang kuharapkan
Kini telah aku lupakan
Akibat sengketa yang tiada kesudahan
Cinta lenyap di arus keegoan
Lemas dibalik awan keangkuhan.

Sudah sekian lama aku berfikir
Apakah bisa kau mengharungi hidupmu?
Tanpa ada aku lagi disisimu
Sebagaimana masa-masa lalu
Sewaktu manisnya kasih bertamu.

Namamu kini sudah tiada lagi
Aku sudah tidak mengenali memori
Sudah ku buang segalanya tentang kita
Kenangan hanya tinggal kenangan
Luput ditelan arus zaman.




Seraut Wajah Yang Hilang


Wajah itu
Kerap muncul di dalam mindaku
Mengusik kenangan lalu
Yang kita hadapi bersama
Hampir suku abad lamanya
Masanya agak lama


Banyak kenangan yang kita bina
Namun kuasa Tuhan penentu segala
Kau pergi buat selamanya
Meninggalkan sejuta sepi di jiwa

Tiada lagi senyum sinismu
Tiada lagi gurauan manjamu
Tiada lagi syahdu suaramu
Tiada lagi gempita tawamu
Tiada lagi seri raut wajahmu

Kini yang tinggal hanyalah pusara
Mengabdikan diri menghadap yang Esa
Moga kau tenang di sana
Ku panjatkan salam Ku kirimkan doa .

Al-Fatihah buatmu MOHAMAD FIRMAN b. MOHD YUSOF (allahyarham)