Sebagai coretan buat ingatan
Ceritera tentang seorang teman
Kenalnya cuma di alam maya
Jarang sekali bersua muka
Namun ikatan terjalin mesra.
Man Qudut empunya julukan
Ikal rambut senyumnya menawan
Rapinya bicara bersulam santun
Alis bibir menguntum senyum
Lirikan mata mengerling anggun.
Hebat melontar kalimat
Di atas kalam tiada berdakwat
Kata menghembur puitis
Merobek jiwa romatis
Sebak andai terguris
Dari titisan airmata kita belajar MENGERTI Dari rasa khuatir kita belajar PERCAYA Dari rasa kehilangan kita belajar MENGHARGAI Dari rasa bersalah kita belajar MEMAAFKAN Dari sebuah harapan kita belajar BERJUANG Dari sebuah perjuangan kita belajar BERKORBAN Dari sebuah pengorbanan kita belajar KETULUSAN
Thursday, 19 December 2013
Sunday, 8 December 2013
Selaut Kenangan di SMK Seri Pagi
Seindah namamu
Bergelar gedung ilmu
Memacu hala tuju
Pemangkin tekad pelajar
Menggapai minda dekar
Serinya lamanmu
Benderang fajar menyingsing
Seteguh tekad ku
Untuk terus membimbing
Insan yang tampak lengging.
SMK Seri Pagi
Terima kasih kuucapkan
Di atas baktimu
Mencurah secebis pengetahuan
Padaku yang serba kekurangan
Sebagai bekalan mendatang
Pada guru- guru sekalian
Tiada ungkapan bisa diungkap
Kerna pegorbananmu itu
tidak mampu kusingkap
Tidak mampu dihitung
Tidak mampu dibilang
Tidak mampu kurungkai
Sungguh besar jasamu guru
Sebesar dunia barangkali
Seluas lautan melintang
Selebar daratan terbentang
Setinggi gunung menjulang
Mustahil untuk dibilang.
Terima Kasih Seri Pagi
Semoga kita berjumpa lagi
Thursday, 5 December 2013
Diseret Arus Disember
Berarak mendung kelam di ufuk barat
Guruh berdentum petir menyilau
Angkasa menyabung di dalam gelap
Langit menangis bumi terpukau
Digelangi arus hebat lakunya.
Disember 2013
Lumpuhnya Pantai Timur
Kuantan dan Kemaman hanyut tenggelam
Di dalam deras arus
Di bawah Kumulonimbus
Guruh berdentum petir menyilau
Angkasa menyabung di dalam gelap
Langit menangis bumi terpukau
Digelangi arus hebat lakunya.
Disember 2013
Lumpuhnya Pantai Timur
Kuantan dan Kemaman hanyut tenggelam
Di dalam deras arus
Di bawah Kumulonimbus
Monday, 2 December 2013
GELANGGANG BERTUAH KAMI
Sudah lama tanah
ini di sini
menjadi pusaka
di bumi UPSI
Menyambut
ketibaan pendekar
Dengan dekar dan
petah telak
Teranjak
bersahut dakar.
Tanah ini tempat
bersemadi
Serata pelajar
turun berkelahi
Kelahi bukan
sebarang kelahi
Kelahinya dengan
adat
Kelahinya ada
kiblat
Kelahinya
bertempat
Tidak mengira
pangkat darjat.
Tanah ini punya
timangan
Gelanggang Tok
Jenai diberi julukan
Pepohonan
menjadi saksi pertabalan
Rerumput sabagai
bukti keraian
Dicelahan megah
bangunan usang.
Ayuh mari sekalian
sahabat
Sesama kita beradu
pencak
Biar tanahnya
lecak dek peluh
Jangan tanahnya
gersang lumpuh
Kerna ilmu itu
lekatnya di lumpur
Temurun sejak
leluhur.
Inilah
gelanggang kami
Bertandanglah
andai sudi
Menjalin ukhwah
sesama sendiri
Yang jauh
dirapatkan
Yang rapat
dieratkan
Bukan nafsi jadi
amalan
Jangan berpatah
arang berkerat rotan.
Melayu itu kaya
adat
Adat bersendi
syarak
Syarak bersendi
Kitabullah
Adat dikelek
Syarak dijunjung
Syarak mengata
Adat memakai.
Melayu itu
hebatnya silat
Silat menjalin
muafakat.
Gemuk berpupuk
Segar bersiram
Dianjak layu
dicabut mati.
Friday, 1 November 2013
NAUNGI DAKU DENGAN TEDUHANMU
Pada usia mencecah suku abad ini
Aku mula mendongak sisa hidup
Aku mula menghitung masa lalu
Dosa yang
pernah terpalit
Nista yang sudah tercalit.
Gelumang hidupku dengan tingkah laku buntu
Fikiranku dengan akal tak tertumpu
Noda yang terbina tidak terkafarah layaknya
Setinggi langit seluas bumi
Tanpa pegangan, tanpa pedoman ,hanyalah khayalan.
Masih terbukakah pintu taubat untukku ?
Masih mampukah aku sujud malu didepanMu ?
Ada lagikah ruang syurga bagiku ?
Cocokkah aku dengan bidadariMu ?
Tersugul aku dihujung malam berteman rindu
Rindu akan Tuhanku
Rindu akan Nabiku
Rindu akan kiblatku
Rindu akan imamku
Rindu akan kasih sayang dariMu.
Wednesday, 16 October 2013
Thursday, 10 October 2013
Lamunan Dunia
Ingin ku robek mata dunia
Biar ia jaga dek lena
Sedar dek mimpi
Kerna jauh sudah berilusi
Lupa pada maya
Dunia buta segelapnya
Ingin kurobek telinga dunia
Biar ia dengar keluhan ini
Keluhan para marhaen
Yang hidup menunggu mati
Kian pekak deriamu tuli
Ingin kurobek dada dunia
Biar ia rasa pedih ini
Mengarap setitik simpati
Dari jiwamu yang mulia serba
Moga bertunas belas di hati
Wahai dunia
Kami terseksa
Tiap pancaindera terluka
Dek lenamu itu
Yang leka dilamun mimpi.
~epy~
Biar ia jaga dek lena
Sedar dek mimpi
Kerna jauh sudah berilusi
Lupa pada maya
Dunia buta segelapnya
Ingin kurobek telinga dunia
Biar ia dengar keluhan ini
Keluhan para marhaen
Yang hidup menunggu mati
Kian pekak deriamu tuli
Ingin kurobek dada dunia
Biar ia rasa pedih ini
Mengarap setitik simpati
Dari jiwamu yang mulia serba
Moga bertunas belas di hati
Wahai dunia
Kami terseksa
Tiap pancaindera terluka
Dek lenamu itu
Yang leka dilamun mimpi.
~epy~
Thursday, 5 September 2013
Bilakah waktunya
Maaf andai hubungan ini tidak kekal lama,Mungkin antara kita sudah tak sehaluan,
Mungkin kita ingin lepas dari kokongan,
Yang lama mengikat hubungan silam,
Biarlah ia lerai di pertengahan.
Maaf andai aku menyakitkan,
Mungkin setiap yang berlaku pedih bagimu,
Mungkin yang terjadi buatmu menangis,
Namun percayalah ada hikmah sebaliknya,
Yang bisa buatmu lebih bahagia.
Biarkan diri ini sendiri,
Diri ini perlu dibaiki,
Khilaf yang sudah menebal di hati,
Membibitkan bait-bait benci,
Dan aku tak bisa kau maafi.
Bilakah waktunya
Aku masih belum pasti
Masih belum kuterima jawabnya
Namun kutetap terus menanti
Walau hingga seribu tahun lagi.
Saturday, 27 July 2013
Pengemis Jalanan
Setiap penjuru
Berbekal tisu
Mereka duduk bisu
Pegang erat wadah
Simpati yang ditadah..
Kelihatan semua sama
Adakah ini sindiket
Menjana duit poket
Sesetengah manusia takbur
Merobek sifat lokek.
Kulihat semua tak berdaya
Ya, OKU rata-ranya
Ada yang tidak bisa celik
Ada yang tidak bisa pekik
Jalannya kelihatan capik.
Termenung sejenak aku
Rela kah mereka
Atau cuma terpaksa
Mengikut telunjuk kata
Manusia yang durjana
Menjadikan pengemis hamba.
~epy!
Friday, 26 July 2013
Kita Adalah Kenangan
Pejamkan matamu
Terdetikkah lagi saat itu
Saat aku sentiasa di sisimu
Saat hati kita sama merindu
Saat jiwa kita menjadi satu.
Pejamkan matamu
Masihkah lagi terngiang
Bisik kasihku padamu
Nyanyian lagu cintaku
Siulan hatiku dan hatimu
Irama mendendang sayang.
Buka matamu
Usah pejam lagi
Kerna pejam itu adalah semalam
Semalam yang tinggal kenangan
Kenangan antara kita
Yang terjunam dari titian masa.
(epy- Paroi, NS)
Terdetikkah lagi saat itu
Saat aku sentiasa di sisimu
Saat hati kita sama merindu
Saat jiwa kita menjadi satu.
Pejamkan matamu
Masihkah lagi terngiang
Bisik kasihku padamu
Nyanyian lagu cintaku
Siulan hatiku dan hatimu
Irama mendendang sayang.
Buka matamu
Usah pejam lagi
Kerna pejam itu adalah semalam
Semalam yang tinggal kenangan
Kenangan antara kita
Yang terjunam dari titian masa.
(epy- Paroi, NS)
Thursday, 6 June 2013
Gedung Filusufi
Di tengah gedung ilmu
Aku tercenung kaku
Dikerumun selaut falsafah
Gah menongkah hujah
Pancaran pemikiran terang
Minda filusufi heban.
Aku pendengar setia
Merenung jauh ke wajah
Tampak kilauan cahaya
Ketajaman idea jelas
Delusi meluncur deras.
Kebir lidah menghambur kata
Kata para ilmuan
kata penuh makna
Tidak ilusif semata.
Wednesday, 29 May 2013
Indahnya Dunia
Saat suria menyingsing pagi
Hembusan bayu sedingin salji
Kilas cahaya di ufuk barat
Di kaki langit terang memikat
Fajar sedang mengintai dunia
Unggas berkicau dendangan riang
Desiran fauna mengulit sayang
Dedaun gugur dipukul angin
Luruh menyentap semilir dingin
Dunia menyingkap tirai pesona.
Bumi terbentang hijau benderang
Awan bergulung dilangit terang
Pantai memutih pepasir berbuih
Sungai mengalir derus ke hilir
Irama dunia asyik terpamir.
Senja melabuh di langit jingga
Mentari pulang bulan pun datang
Ribuan cahaya menghias angkasa
Malam yang terang berteman kejora
Dunia tersergam dengan gayanya.
epy~
Monday, 8 April 2013
Titik Noktah
Sudah sekian lama
Nota hidup ini tercatit
Kisah antara kita
Sejak dari mula bersua
Hingga satu noda terpalit.
Cerita yang dulunya indah
Sama tawa dan tangis
Senyuman sinis dan riak bengis
Sudah menjadi lumrah
Hidup penuh pahit manis.
Tidak pernah ada cerita tanpa noktah
Kerna yang ada pasti akan 'SUDAH'
Mungkin cerita kita juga begitu
Andai sudah tiba waktu
Kita tutup kisah lalu.
Ini adalah pinta darimu
Kerna kau inginkan hidup baru
Maaf kerna sering menggangu
Niat sekadar rakan bertamu
Tiada lagi aku dalam dirimu.
Aku tahu
Kau inginkan bahagia
Namun bukan denganku
Insan yang tak punya apa
Tiada dalam resepi jiwamu.
Aku tinggalkan noktah di sini
Abadikan bersama cerita kita.
Nota hidup ini tercatit
Kisah antara kita
Sejak dari mula bersua
Hingga satu noda terpalit.
Cerita yang dulunya indah
Sama tawa dan tangis
Senyuman sinis dan riak bengis
Sudah menjadi lumrah
Hidup penuh pahit manis.
Tidak pernah ada cerita tanpa noktah
Kerna yang ada pasti akan 'SUDAH'
Mungkin cerita kita juga begitu
Andai sudah tiba waktu
Kita tutup kisah lalu.
Ini adalah pinta darimu
Kerna kau inginkan hidup baru
Maaf kerna sering menggangu
Niat sekadar rakan bertamu
Tiada lagi aku dalam dirimu.
Aku tahu
Kau inginkan bahagia
Namun bukan denganku
Insan yang tak punya apa
Tiada dalam resepi jiwamu.
Aku tinggalkan noktah di sini
Abadikan bersama cerita kita.
Monday, 21 January 2013
Tiada Lagi Dikau
Kau yang kuharapkan
Pernah suatu ketika menjadi sandaran
Memacu hidupku ke jalan kejayaan
Bersama cita kita yang sama tujuan
Sama tumpuan sama harapan.
Kau yang kuharapkan
Kini telah aku lupakan
Akibat sengketa yang tiada kesudahan
Cinta lenyap di arus keegoan
Lemas dibalik awan keangkuhan.
Sudah sekian lama aku berfikir
Apakah bisa kau mengharungi hidupmu?
Tanpa ada aku lagi disisimu
Sebagaimana masa-masa lalu
Sewaktu manisnya kasih bertamu.
Namamu kini sudah tiada lagi
Aku sudah tidak mengenali memori
Sudah ku buang segalanya tentang kita
Kenangan hanya tinggal kenangan
Luput ditelan arus zaman.
Seraut Wajah Yang Hilang
Wajah itu
Mengusik kenangan lalu
Yang kita hadapi bersama
Hampir suku abad lamanyaMasanya agak lama
Banyak kenangan yang kita bina
Namun kuasa Tuhan penentu segala
Kau pergi buat selamanya
Meninggalkan sejuta sepi di jiwa
Tiada lagi senyum sinismu
Tiada lagi gurauan manjamu
Tiada lagi syahdu suaramu
Tiada lagi gempita tawamu
Tiada lagi seri raut wajahmu
Kini yang tinggal hanyalah pusara
Mengabdikan diri menghadap yang Esa
Moga kau tenang di sana
Ku panjatkan salam Ku kirimkan doa .
Al-Fatihah buatmu MOHAMAD FIRMAN b. MOHD YUSOF (allahyarham)
Subscribe to:
Comments (Atom)


