Wednesday, 28 November 2012

Rohingya Di Bumi Berdarah














Semalam yang berlalu tidak mungkin kan kembali,
Disebalik titian waktu ada ceritera menyayat hati,
Ditengah kerancakan mentari memancar cahaya,
Terlindung awan hitam menyimpan segala sengketa,
Di hujung langit sebuah desa di barat Burma.

Kisah satu bangsa di daerah Arakan,
Yang menjadi pelarian mencari perlindungan,
Melindungi diri dari segala ancaman,
Daripada pemangsa yang bersifat durjana.
Di bumi amarah belantara berdarah.

Wahai kaum Rohingya,
Hanya kerana nama pada agama,
Si adam diseksa hingga bercerai nyawa,
Si hawa dirobek lantas tersingkap purdahnya,,
Anak kecil melalak mencari si ibu dan bapa,
Namun yang tinggal hanyalah sukujur tubuh di atas pusara tak bernama.

Rohingya,
Entah apa yang dibenci oleh Rakhine,
Hingga mereka memburumu sekalipun ke lubang cacing,
Teduhanmu dibakar, halkummu dikelar, kesucianmu dicalar,
Kebebasanmu diragut, keamananmu disentap kuat,
Kehidupanmu berserabut, perjalanan hidupmu dihambat.

Tatkala orang lain sedang bergembira,
Engkau pula entah bagaimana nasibnya,
Tatkala insan lain ketawa menghapus duka,
Airmatamu mengalir membasahi muka,
Bergelora jiwa bagai kejora tanpa cahaya.




~epy, 21.10.2012. Tg. Malim~



Monday, 26 November 2012

Maaf



Maafkan aku..
hati ini penuh khilaf,
Diri ini sukar dimaaf,
Air mata yang kau alirkan penuh makna,
Senyuman yang kau ukirkan penuh rahsia,
Kerna kau menyimpan sejuta rasa,
Rasa yang terpendam sebalik sengketa.


Maaf…
Andai ada kekasaran yang terjadi,
Andai kemarahan ini menguasai diri,
Semua itu untuk kesejahteraan,
Kesempurnaan yang selalu diimpikan,
Pelengkap hidupku wahai teman.

Maafkan aku…
Nukilan kisah kita sekadar meniti bibir,
Akhirnya tersungkur di tepian tubir,
Hanyut dibawa ombak menyelusuri pesisir,
Akhirnya tertimbus di bawah timbunan pasir,
Menutupi segenap ruang hati butir demi butir.

Maaf…
Suaramu yang lembut tidak lagi bersahut,
Lirikan tajam matamu tidak lagi ku terpaut,
Lambaian tanganmu tidak lagi kelihatan,
Tatkala kita mula terpisah mencari haluan,
Ke jalan diberkahi dan diredhai Tuhan.




Sunday, 25 November 2012

Janjiku Demi Kebahagiaanmu




Aku berjanji
Aku pasti melupakanmu
Aku tidak pernah mengenalimu
Tidak pernah bersua tidak pernah bersama
Ya…aku berjanji

 
Lupakanlah segala kenangan
Hapuskanlah segala pemberian
Kerna telah buatmu kecewa
Buatmu terluka buatmu menderita.



Saat hati ini cuba merawat parahmu
Tidak sedikitpun kau hargai
Malah kau mula membenci
Duri kata-katamu menghiris perasaan
Tertusuk dalam diam terpendam.

Namun aku telah berjanji
Aku pasti melupakanmu
Aku tidak pernah mengenalimu
Tidak pernah bersua tidak pernah bersama
Ya…aku berjanji

Saturday, 24 November 2012

Jejak Nakhoda di Lautan Silam
















Takdir  telah tertulis…yang kita akan bertemu
Takdir juga yang menentukan perpisahan yang berlaku
Pada dirimu yang telah berlayar jauh
Terlerai kini ikatan yang dahulunya teguh
Dibawah runtuhan kenangan gelora silam

Mungkinkah bisa kau memilikku ?
Sedangkan tidak kau mengerti daku
Tatkala kau bergembira nun di sana
Kau tinggalkan daku berteman sepi
Meniti  rindu di lubuk sanubari

Sepiku menjelma bagai ombak di lautan
Membadai pantai tanpa ketepian
Dirimu umpama sampan hanyut
Kemudi hilang tujuan tiada berpaut
Meninggalkanku ditelan gelombang ribut

Gelombang tidak selamanya begitu
dikala aku sudah ketemu nakhoda harapan
Bisa meluruskan jejak langkahku
Mengharungi arus samudera impian
Bersama mengharung  dugaan berliku
Kenangan pahit kutinggalkan
Ditelan camar kelaparan
Hanyut bersama pasir di perut lautan.